Pelatihan Teknis Pengelolaan Ekosistem Lahan Basah

0
48

Jambi, 1 Februari 2019. Dalam rangka peningkatan kualitas SDM Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang bekerjasama dengan Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi (YAPEKA)  melalui dukungan Tiger Project GEF-UNDP melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknis Pengelolaan Ekosistem Lahan Basah untuk staf teknis dan staf lapangan TNBS.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai tanggal 28-29 Januari 2019 in class dan praktek lapangan di Air Hitam Laut (pengelolaan gambut)  30 Jan -2 Februari 2019 dan di sembilang (pengelolaan mangrove) 12-15 Februari 2019.

Kegiatan dibuka oleh Kabalai TNBS Bapak Pratono Puroso dan di hadiri oleh perwakilan dari Direktorat Konservasi Kawasan,  Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati,  Direktorat BPEE dan NPM Tiger Project GEF-UNDP.

Peserta pelatian berasal dari staf Balai TNBS dengan Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dan Jabatan Fungsional Polisi Kehutanan, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

Pemateri pada kegiatan ini berasal dari berbagai macam ahli keilmuan, baik dari YAPEKA, Welands dan dari Komunitas Burung Indonesia dan Akademisi. Materi yang disampaikan juga sangat beragam antara lain : Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Lahan Basah di Indonesia, Pengantar Ekosistem Laan Basah, Konservasi dan pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove, dan Praktek Pengenalan Ekosistem Lahan Rawa Gambut.

Dalam sambutannya Bapak Pratono Puroso berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan SDM staf Balai TNBS khususnya dalam mengelola kawasan Lahan Basah dan Mangrove yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang.

Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar baik di dalam kelas maupun kegiatan praktek yang di adakan di dua tempat yaitu kawasan Taman Nasional Berbak tepatnya di SPTN Wilayah I Sungai Rambut dan Kawasan Taman Nasional sembilang di Resort Sembilang SPTN Wilayah II.

Sumber : Balai TNBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here