“Masyarakat Sebagai Subjek” Salah Satu Strategi Pelestarian Kawasan Taman Nasional Berbak

0
150

Jambi, 17 Februari 2020 – Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang gencar melakukan upaya-upaya pendekatan berupa kegiatan koordinasi dan sosialisasi ke stakeholder terkait terutama masyarakat yang berada di desasekitar kawasan Taman Nasional Berbak.

Sejalan dengan 10 cara baru kelola kawasan konservasi Dirjen KSDAE masyarakat diposisikan sebagai subyek atau pelaku utama dalam berbagai model pengelolan kawasan dengan dibangunnya dialog yang asertif karena solusi permsalahan pengelolaan kawasan ada di masyarakat.

Upaya-upaya pendekatan ini dimaksudkan untuk menekan kemungkinan terjadinya konflik maupun aktifitas ilegal di dalam kawasan Taman Nasional Berbak, dimana dalam pengelolaan Taman Nasional tidak terlepas dari berbagai konflik ataupun ancaman terhadap kelestarian kawasan hutan dan ekosistemnya.

Kamis, 13 Februari 2020, Mahfuddin selaku Kepala Resort Sungai Rambut, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, melakukan koordinasi dan sosialisasi ke desa Rantau Rasau, desa Sungai Rambut, dan desa Telago Limo, dimana di wilayah ini terdapat interaksi yang cukup tinggi antara masyarakat dengan kawasan hutan.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat desa yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan, seperti mencari ikan atau bahkan mencari bahan baku kayu illegal untuk pembuatan kapal.

Kegiatan koordinasi ini disambut baik oleh perangkat desa setempat, dimana pihak aparat desa berharap hubungan yang telah terjalin baik selama ini dapat terus berlanjut dan siap mendukung segala kegiatan dan upaya perlindungan kawasan hutan maupun hasil hutan di Taman Nasional Berbak.

Selain melakukan koordinasi Kepala Resort Sungai Rambut didampingi Ketua RT setempat di masing-masing desa melakukan upaya pendekatan langsung kemasyarakat dengan mendatangi rumah masyarakat yang diduga sebagai pelaku illegal loging  di kawasan Taman Nasional Berbak.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penyadartahuan kepada masyarakat agar tidak lagi mengambil hasil hutan yang dapat merusak hutan dan beralih melakukan aktifitas diluar kawasan dan sekaligus menampung aspirsi masyarakat untuk memperoleh solusi kongkrit dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan TN Berbak.

Terkait hal tersebut, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang (BTNBS) telah melakukan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan. BTNBS bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) telah melaksanakan berbagai kegaiatan revitalisasi ekonomi masyaralat desa sekitar kawasan dengan memberikan bantuanlansung kepad masyarakat sekitar kawasan seperti usaha peternakan ayam petelur, budidaya lebah madu, usaha depot air minum isi ulang, usaha budidaya ikan air tawar dan bantuan peralatan pertanian yang kesemuanya dilaksanakan oleh kelompok masyarakat desa.

Dalam kegiatan sosialisasi ini Kepala Resort Sungai Rambut sekaligus melihat perkembangan bantuan usaha yang telah diberikan kepada masyarakat desa di wilayah kerjanya. “Kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan ini merupakan salah satu solusi dari masyarakat dalam upaya pengelolaan dan pelestarian kawasan konservasi. Sehingga diharapkan muncul kesadaran dan rasa memiliki dari masyarakat untuk turut sertasecara aktif dalam menjaga dan melindungi kawasan di Taman Nasional Berbak dan Sembilang” ujar Mahfuddin, Kepala Resort Sungai Rambut.

Di hari yang sama, Iwan Gunawan, SH., selaku Kepala Resort Simpang Datuk Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, juga melakukan koordinasi ke perangkat desa Sungai Sayang sertaturut menghadiri acara pelantikan Kepala Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur periode 2020 – 2026, Ahmadia, ST., MT yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Bapak Sapril, S.Ip., di kantor Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya kordinasi dengan instansi pemerintah daerah sehingga tercipta hubungan yang baik dan saling bersinergi dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Sumber : Nofrizal/SPTN I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here