Sosialisasi Mitigasi Konflik Manusia dan Gangguan Gajah

0
281

Palembang, 19 Februari.2020. Selain sebagai habitat penting Harimau Sumatera, Taman Nasional Sembilang juga merupakan habitat dari Gajah Sumatera yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Keberadaan Gajah Sumatera di Taman Nasional Sembilang diketahui berdasarkan hasil survey dan pemantauan yang telah dilakukan sebelumnya. Jika dilihat dari letak kawasan Taman Nasional Sembilang yang berbatasan langsung dengan desa-desa penyangga yang merupakan kawasan transmigrasi Karang Agung, maka potensi terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar seperti Gajah Sumatera dapat terjadi kapan saja.

Berdasarkan Pemenhut No.48/Menhut-II/2008 juncto P.53/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik antara manusia dan satwa liar menyatakan bahwa Konflik manusia dan satwa liar merupakan segala interaksi antara manusia dan satwa liar yang mengakibatkan efek negatif kepada kehidupan sosial manusia, ekonomi, kebudayaan, dan pada konservasi satwa liar dan atau lingkungannya.

Dalam rangka mitigasi konflik manusia dan satwa liar maka Balai Taman Nasioanal Berbak dan Sembilang bersama Balai KSDA Sumatera Selatan, KPH Lalan Mendis dan ZSL melakukan kegiatan sosialisasi mitigasi konflik antara manusia dan Gajah Sumatera kepada masyarakat yang ada di desa sekitar kawasan Taman Nasional Sembilang. Kegiatan sosialisasi mitigasi konflik dilakukan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 14 – 15 Februari 2020.

 Sosialisasi dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Tabala Jaya, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin dan Desa Karya Mukti, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Adapun pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di masing-masing kantor desa dengan diikuti peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari para perangkat desa dan perwakilan dari masyarakatyang ada di desa tersebut.

Pada kegiatan ini disampaikan beberapa materi yang terkait mitigasi konflik antara manusia dan gajah sumatera berupa pengertian konflik, penyebab konflik, serta cara pencegahan dan teknik penanggulangan konflik. Selain itu juga disampaikan materi tentang profil Taman Nasional Sembilang yang bertujuan agar masyarakat lebih memahami tentang Taman Nasional Sembilang, potensi dan zona pengelolaannya.

Melalui kegiatan sosialisasi mitigasi konflik ini masyarakat menjadi sadar tentang pentingnya Taman Nasional Sembilang sebagai habitat dari Gajah Sumatera yang perlu untuk dijaga bersama agar Gajah Sumatera tidak keluar ke desa mereka yang dapat menimbulkan konflik dan kerugian bagi masyarakat. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat ini menjadi hal yang sangat penting dalam upaya pelibatan masyarakat dalam menjaga kawasan Taman Nasional Sembilang. Melalui kegiatan ini masyarakat juga menjadi tahu tentang karakteristik satwa liar gajah sumatera serta ,mengetahui bagaimana cara melakukan pencegahan dan penanggulangan konflik yang terjadi antara manusia dan Gajah Sumatera.

Harapan masyarakat kepada semua pihak terutama pemerintah dalam hal mitigasi konflik ini agar dilakukan upaya lebih lanjut seperti pembentukan dan penguatan kelompok di masyarakat agar mampu melakukan upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar secara mandiri.

Sumber : Balai TNBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here