“ketemu buaya muara” wisata Sungai Air Hitam Dalam kawasan Taman Nasional Berbak

0
177

Taman Nasional Berbak dan Sembilang menyimpan potensi sumber daya alam yang unik dan menarik yang cocok untuk menjadi salah satu tujuan wisata. Terkhusus wisata yang ada di Taman Nasional Berbak ialah destinasi wisata Sungai Air Hitam Dalam.
Beberapa kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya susur sungai, memancing, pengamatan satwa, tracking, ataupun berkemah, sangat cocok bagi yang ingin mencari ketenangan ditemani dengan alunan merdu suara-suara satwa liar seperti burung, serangga penggerek, monyet, ataupun tupai.

Sabtu, 15 Februari 2020, rombongan wisata dari Bank Syariah Mandiri kota Jambi mengunjungi destinasi wisata Sungai Air Hitam Dalam, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Rombongan melakukan kegiatan berkemah, pengamatan satwa dari menara pantau, dan susur sungai.

Dimulai dengan berangkat sekitar jam 4 sore dari Jambi dan sampai di kantor Resort Simpang sekitar jam setengah 8 malam. Istirahat sejenak , makan dan shalat di kantor Resort. Lalu perjalanan dilanjutkan menyusuri Sungai Batanghari menuju Simpang Bungur Sungai Air Hitam Dalam, pintu gerbang Taman Nasional Berbak yang terletak di wilayah desa Sungai Rambut, menggunakan speed boat dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Sesampainya di Simpang Bungur, rombongan wisata memutuskan untuk berkemah di Camping Ground. Selain Camping Ground pengelola Taman Nasional juga menyediakan fasilitas Pos Jaga yang bisa digunakan untuk wisatawan bermalam.

“Menikmati langsung suasana alam dengan bermalam diluar di area Camping Ground, memang suasana yang seperti itulah yang kami cari dengan datang berkunjung ke Taman Nasional Berbak” ucap Edy, salah satu wisatawan.

Keesokan paginya rombongan melakukan pengamatan satwa dari menara pantau. Menara pantau yang dibangun setinggi 15 meter ini cukup unik karena dibangun di batang pohon Belanti. Dari menara tersebut pengunjung dapat mengamati satwa burung ataupun mamalia yang bermain di pohon-pohon. Pengunjung cukup beruntung karena menjumpai sepasang burung beo yang sedang membuat sarang di pohon Rengas. Selepas dari menara pantau kemudian rombongan melanjutkan kegiatan pengamatan satwa di dermaga sambil menyantap sarapan.

Puas melakukan kegiatan di Simpang Bungur, rombongan memutuskan untuk kembali. Sekalian jalan kembali rombongan melakukan kegiatan susur sungai, menikmati pemandangan pepohonan di kiri kanan sungai ataupun satwa yang beraktifitas disekitar sungai, seperti mengamati burung yang melintas atau bertengger di pohon dan monyet yang sedang bermain dan mencari makan di pohon di pinggir sungai.

Beruntungnya lagi rombongan wisata juga dapat melihat langsung buaya muara yang sedang berjemur di pinggir sungai di batang pohon mati yang menjorok ke sungai, itu merupakan suatu hal yang sangat berkesan karena dapat melihat langsung buaya di habitatnya di alam liar, dimana satwa ini biasanya menghindari perjumpaan langsung dengan manusia.

Sumber : Nofrizal/SPTN I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here